Senin, 24 November 2025

Monitoring dan Evaluasi Forest Programme V di Kabupaten Sanggau


Berita

Pada 7-10 September 2025, tim Forest Programme V (FP V) melakukan kunjungan ke sejumlah desa di Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan Kelompok Perhutanan Sosial (KPS), menilai hasil dukungan program, dan memperkuat kolaborasi antara pendamping dan masyarakat pengelola hutan.

Pada hari pertama, 7 September 2025, tim monitoring dan evaluasi (monev) mengunjungi Desa Tae, tim berdiskusi dengan anggota KPS Hutan Adat Tae mengenai perkembangan kelompok serta pengelolaan lahan produktif. Kunjungan juga dilakukan ke unit pengolahan air minum, salah satu investasi yang diberikan FP V dan kini menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Selain itu, tim meninjau tembawang dan sawah yang dikelola secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari ekonomi serta budaya lokal.

Keesokan harinya, pada 8 September 2025, tim mengunjungi Desa Mobui dan berdiskusi bersama Ketua KPS Harapan Maju, KPS MHA Dayak Mayao, MHA Ketemenggungan Sisang Kampung Segumon, dan KPS MHA Dayak Sami. Dalam pertemuan ini, para ketua kelompok menyampaikan berbagai capaian, tantangan, serta upaya menjaga keberlanjutan tembawang di wilayah masing-masing. Tim juga mengunjungi Goa Maria, destinasi wisata religi yang dikelola oleh KPS Harapan Maju dan menjadi salah satu contoh pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Pada 9 September 2025, tim monev kembali mengunjungi Desa Mobui untuk melihat langsung berbagai kegiatan produktif masyarakat, seperti kolam lele dan sawah yang merupakan bagian dari investasi FP V. Tim monev mengunjungi tembawang yang dikelola oleh salah satu anggota KPS. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat terus berinovasi dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kegiatan Monev ditutup dengan diskusi bersama 17 pendamping KPS Kabupaten Sanggau pada 10 September 2025. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi dan pertukaran pengalaman antara pendamping dan tim FP V untuk memperkuat efektivitas pendampingan di lapangan. Melalui kolaborasi dan semangat gotong royong, masyarakat dan Forest Programme V berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan hutan yang lestari dan berkeadilan.