Bimbingan Teknis Pendamping Perhutanan Sosial dan Sosialisasi Project Implementation Manual (PIM) Untuk FP V di Kabupaten Sikka
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Project Implementation Manual (PIM) dilaksanakan selama 3 (tiga) hari pada tanggal 18 – 20 September 2025, di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan penyegaran dan penguatan kapasitas bagi Pendamping Perhutanan Sosial yang ada dibawah program Forest Programme V, sejak dimulainya aktivitas pendampingan kelompok PS di Kabupaten Sikka tahun 2023 lalu. Balai Perhutanan Sosial Kupang, sebagai penyelenggara kegiatan melibatkan tenaga ahli pendampingan dari Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), Kang Sutrisno, S.Hut., MM. sebagai fasilitator. Selain itu tim dari FP-V (NPMU dan Implementing Consultant) juga turut hadir untuk menjadi bagian tim fasilitator serta untuk memberikan sosialisasi PIM.
Di hari pertama, 18 September 2025, kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat (PKTHA), Julmansyah, S.Hut., M.A.P. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pendamping memegang peran penting dalam penguatan program di kelompok masyarakat, termasuk didalamnya membangun hubungan dengan para pihak. Lebih lanjut Julmansyah menyampaikan bahwa keberhasilan seorang pendamping adalah saat diterima oleh masyarakat dan para pihak, bukan lagi di ruang tamu, melainkan sudah diajak makan dan minum bersama seperti keluarga.
Sesi selanjutnya adalah pembekalan materi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ondy Christian Siagian, SE., M.Si., serta Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin, S.Hut., M.Hut. Keduanya memberikan dukungan serta semangat kepada para peserta Bimtek, para Pendamping Perhutanan Sosial Kab.Sikka, untuk menyalakan kembali semangat dan meningkatkan daya juang mereka dalam melakukan pendampingan terhadap masyarakat.
Selanjutnya, pada sesi setelah istirahat siang, kegiatan difasilitasi oleh tim fasilitator bimtek, untuk melakukan perkenalan dari setiap peserta. Kegiatan perkenalan ini dipadukan dengan salah satu poin penting dalam melakukan pendampingan, yaitu observasi, menulis, dan melaporkan. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi PIM terkait dengan tugas pendamping dalam pelaporan kegiatan dan monitoring hasil kegiatan.
Hari kedua, kegiatan dilaksanakan di Kampus Bambu Komodo dan Pabrik Bambu Mosedia. Kampus Bambu ini adalah program edukasi yang digagas oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari untuk mengembangkan industri bambu skala menengah dan pemberdayaan petani bambu dan kaum perempuan yang dikenal dengan “mama bambu”. Para peserta melakukan kunjungan ke Pabrik Bambu Mosedia yang merupakan pabrik pengolahan bambu laminasi yang dibangun melalui program LPDB lembaga pengelola dana bergulir Kementerian Koperasi dan UKM bekerjsama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Para pendamping sangat antusias dengan pengolahan bambu dengan nilai tambah menjadi furniture modern. Dari kunjungan dan diskusi lapangan ini, para peserta dapat memahami bahwa mendampingi bukan hanya sekedar memberi instruksi, tapi membangun dialog, mendengar aspirasi, memfasilitasi, dan memperkuat kapasitas lokal.
Hari ketiga kegiatan bimtek, para peserta berfokus pada sesi refleksi dan visi kedepan. Para peserta mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan yang dimilikinya untuk merumuskan rencana kedepan, tentunya sesuai dengan output Forest Programme V yang ingin dicapai