Selasa, 15 Juli 2025

Kegiatan Mid-term Review Forest Programme V di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat


Berita

Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Jerman dalam rangka percepatan Perhutanan Sosial (PS) melalui Forest Programme V (FP V): Social Forestry Support Programme yang secara efektif berjalan sejak tahun 2022, telah memasuki tahun keempat di tahun 2025 ini.  Berdasarkan kesepakatan kerjasama, perlu dilakukan tinjauan tengah periode (Midterm Review/MTR) selama proyek berjalan. Tujuan MTR adalah untuk melakukan tinjauan komprehensif terhadap tujuan utama kerjasama, langkah-langkah, dan kegiatan program, serta menilai kemajuan, pencapaian, dan dampak awalnya setelah lebih dari tiga tahun implementasi. Lebih lanjut MTR akan memberikan rekomendasi pelaksanaan kerjasama kedepan serta menyiapkan exit strategy sebelum periode kerjasama berakhir.  


Dalam rangkaian kegiatan MTR tersebut pada 26-31 Mei 2025, telah dilakukan kunjungan Tim Konsultan MTR ke Kota Pontianak dan Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilakukan oleh tim konsultan FP V, Direktorat PKTHA selaku Project Executing Agency (PEA), perwakilan dari Seksi Wilayah III Balai Perhutanan Sosial Banjarbaru selaku Project Implementing Unit (PIU), dan tim pelaksana FPV di Kabupaten Sanggau.


Rangkaian kegiatan kunjungan diawali dengan melakukan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat di Kantor Dinas LHK Provinsi di Pontianak pada tanggal 26 Mei 2025. Tim diterima langsung oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Ir. Adi Yani, M.T beserta jajaran kepala bidang terkait. Bapak Yani mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memiliki program unggulan dan juga bantuan pendanaan khususnya dalam bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari kerja sama luar negeri. Diharapkan dengan adanya komunikasi yang baik antara PIU, Tim FP V dan dengan Dinas LHK akan dapat menguatkan program-program unggulan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat dan juga dapat memanfaatkan potensi pendanaan eksternal.



Kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan ke Kabupaten Sanggau untuk melakukan diskusi dengan pengelola KPH di Kabupaten Sanggau pada Selasa, 27 Mei 2025 di Kantor KPH Wilayah Sanggau Timur. Kegiatan juga diikuti oleh pengelola proyek di level kabupaten (koordinator pendamping, konsultan di tingkat tapak dan juga tenaga admin). KPH Sanggau berharap agar dapat ditunjuk focal person di setiap KPH. Hal ini untuk mengakomodir keterlibatan KPH dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan proyek, sehingga perlu personel yang ditugaskan untuk mengawal pelaksanaan FPV di tingkat KPH.


Tim MTR dan rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Hutan Adat (HA) Ketemenggungan Sisang, Kampung Segumon, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau pada Rabu, 28 Mei 2025. Pada kunjungan ini, tim bertemu dan berdiskusi dengan pengurus KPS, pendamping, aparat desa dan juga anggota KPS. Tim juga melakukan pengecekan kegiatan penanaman yang ada pada salah satu demplot kayu dan meninjau lokasi KUPS air bersih. FPV melalui PIU telah memberikan bantuan berupa instalasi air bersih (air minum) beserta perlengkapan nya seperti galon, mesin air, tangki air, dan juga motor roda tiga sebagai bentuk investasi KPS. Usaha air bersih sudah berjalan dengan baik walaupun hanya dalam lingkup desa sekitar. Saat ini, produk air bersih yang dihasilkan sedang dalam uji laboratorium untuk uji kelayakan air minum.



Kunjungan lapangan dilanjutkan dengan kunjungan ke HKm Harapan Maju, Desa Mobui, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau pada Kamis, 29 Mei 2025. Tim melakukan diskusi dengan kelompok Hkm yang dihadiri oleh Ketua Hkm beserta pengurus serta Kepala Desa selaku perwakilan dari pemerintah desa. Tim juga melakukan pengecekan pada lokasi penanaman, dan didapati bahwa tanaman karet yang ditanam telah tumbuh dengan sangat baik. Diharapkan dalam empat tahun ke depan tanaman karet dapat dipanen dan harga di pasaran dapat bersaing dengan komoditas lainnya.



Pada akhir rangkaian kegiatan di Kabupaten Sanggau, tim melakukan kunjungan ke Hutan Adat Tae, Desa Tae, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau pada Jumat, 30 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua KPS beserta anggota serta Kepala Dusun yang merupakan perwakilan dari pemerintah desa. Desa Tae terkenal akan produk duriannya di wilayah Kalimantan Barat. Salah satu jenis usaha yang dilakukan adalah pengolahan buah durian menjadi dodol/lempok dan juga es krim, yang sudah produksi dan dijual dalam skala lokal. Kegiatan pembibitan di Desa Tae juga telah berjalan cukup baik, masyarakat berhasil melakukan pembibitan durian dan tanaman multi-purposes tree species (MPTS) lain.