Selasa, 28 Oktober 2025

Ujicoba Pemanfaatan Aplikasi SMART dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial di Kabupaten Madiun


Berita

Pada 23–24 September 2025, Forest Programme V (FP V) melalui Balai Perhutanan Sosial (BPS) Yogyakarta, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial – Kementerian Kehutanan melaksanakan Pelatihan Ujicoba Aplikasi SMART Social Forestry (SF) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman teknis dalam penggunaan aplikasi SMART SF dalam upaya mendukung akselerasi Integrated Area Development (IAD) berbasis Perhutanan Sosial di Kabupaten Madiun.


Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPS Yogyakarta, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun, perwakilan dari National Programme Management Unit (NPMU) FP V, perwakilan dari Implementing Consultant (IC) FP V, pendamping Perhutanan Sosial wilayah Madiun, dan perwakilan dari Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) di wilayah Madiun.


Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan ujicoba teknis penggunaan aplikasi SMART yang dilaksanakan pada 23 September 2025. Dalam sosialisasi, para peserta diberikan penjelasan mengenai apa itu Aplikasi SMART Tools dan bagaimana pemanfaatannya secara umum, serta bagaimana akan dimanfaatkan untuk pengelolaan Perhutanan Sosial. Setelah itu, para peserta juga dikenalkan kepada aplikasi SMART Mobile, dalam kegiatan ini para peserta diharapkan dapat memahami fitur dan penggunaan dasar dari aplikasi SMART Mobile, seperti konfigurasi awal, tipe-tipe data, merekam data, dan berbagai mekanisme lapangan yang diperlukan dalam memanfaatkan SMART Mobile.


Lalu, pada 24 September 2025, para peserta melakukan simulasi pemantauan lapangan, pada sesi ini, para peserta secara langsung melakukan pengambilan data dengan memanfaatkan aplikasi SMART, dan harapannya para peserta dapat mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk memperoleh informasi terkait kondisi hutan.


Setelah melakukan pengambilan data di lapangan, para peserta melakukan pengolahan data hasil pemantauan dan melakukan diskusi untuk merancang strategi untuk implementasi di lapangan, serta menyampaikan kendala-kendala yang terjad